By Thamrin Dahlan
Evaluasi apalagi yang akan dilakukan PSSI. Sudah puluhan kali melakukan evaluasi, boro boro prestasi menjadi lebih baik, kenyataannya kinerja semakin melorot. Jadi untuk apa evaluasi, bubar jalan atau mengundurkan diri bagi Pengurus PSSI periode ini adalah jalan terbaik.
Terlepas permainan PSSI vs Bahrain apakah ada ” main mata”, namun yang jelas kekalahan telak 10 kosong telah menurunkan wibawa bangsa. Ketua PSSI sebagai penanggung jawab utama kegagalan ini telah berbuat sesuatu yang mempermalukan negara di kanacah internasional. Untuk itu pengurus PSSI harus dituntut oleh lembaga konsumen atau oleh DPR kalau anggota dewan terhormat itu ” ngeh” bahwa telah terjadi suatu peristiwa besar yang menurunkan citra negeri ini.
Dalam mamajemen modern seharusnya hasil evaluasi adalah prestasi / kinerja menjadi lebih baik. Namun kalau kenyataannnya prestasi menjadi lebih buruk maka timbul 2 pertanyaan yang muncul. Pertanyaan pertama apakah evaluasi sudah dilakukan secara objektif dan menghasilkan keputusan yang realistis. Kalau evaluasi salah yah tentu hasilnya double salah. Kemungkinan kedua adalah apabila evaluasi sudah dilakukan sesuai dengan kaedah manajemen kemudian menawarkan solusi, tetapi kenyataannya solusi itu tidak dilaksanakan oleh pengurus PSSI, maka percuma saja dilakukan evaluasi.
Oleh karena itu sebagai penggemar berat bola sepak, saya tidak sepaham dengan Presiden SBY yang masih saja memberi kesempatan evaluasi evaluasi dan evaluasi PSSI. Ganti Pengurus itulah jalan keluar terbaik. Menpora sebagai penanggung jawab utama Bidang Olahraga Nasional harus mengambil alih kepemimpinan untuk sementara. Selanjutnya bentuk kepengurusan baru yang di awaki oleh sumber daya manusia yang ahli dalam bidang persepakbolaan. Satu hal yang lebih penting lagi adalah pengurus baru itu harus steril dari kepentingan pihak manapun, mereka harus profesional.
Setelah itu barulah persepakbolaan nasional akan bergairah kembali. Tidak ada diskriminasi pemain, yang ada adalah kemampuan tehnis mengolah bola sebagai acuan utama memilih pemain nasional. Prestasi akan didulang dari masa ke masa. Kesejahteraan pemain menjadi prioritas utama dalam program Pengurus PSSI baru. Pemain jangan lagi memikirkan periuk nasi untuk keluarganya. Tulis di KTP mereka pekerjaan : Pemain Bola. Berikan jaminan kehidupan dan layak serta uang pensiun. Pastilah pemain ini akan kosentrasi penuh dalam men dedikasikan dirinya 100 % untuk kedigjayaan bangsa melalui sepak bola.
Itu saja saran saya kepada Bapak Pak Presiden RI dan Bapak Menpora,
semoga bermanfaat
salamsalman
Posting ke 523.
Jakarta, 6 maret 2012
Previous Article

Responses
0 Respones to "Evaluasi Apa Lagi PSSI"
Posting Komentar