Seberapa Banyak Komunitas Anda
oleh : Thamrin Dahlan
Bulan Februari 2012 saya bergabung dengan 2 komunitas baru. Satu di Universitas Gunadarma, satu lagi di komunitas Pengurus Iluni UI Pusat. Tanpa disadari setiap hari kita berpindah dari satu komunitas kemonitas lainnya sesuai denga peran. Bangun tidur pagi bercengkerama dengan komunitas tercinta keluarga, bergerak sedikit keluar rumah bersua denga komunitas tetangga. Demikian seterusnya, kita berjumpa paling tidak dengan 5- 7 komunitas dalam sehari.
Mengatur waktu adalah kiat untuk bisa berperan aktif pada setiap komunitas. Menyediakan waktu untuk komunitas keluarga harus berada dalam prioritas utama. Selanjutnya kita bisa memilah komunitas lainnya sebagai urutan prioritas kedua dan ketiga. Bisa jadi anda meletakkan komunitas pekerjaan, komunitas ibadah dan komunitas hobby sebagai komunitas yang patut mendapat jatah waktu yang proposional.
Ada beberapa komunitas dimanan kehadiran fisik tidak mengharuskan hadir pada setiap hari. Ada komunitas yang hanya memerlukan kehadiran sekali seminggu seperti memberikan kuliah. Sekali sebulan untuk kegiatan organisasi Iluni UI, Arisan keluarga, Pengajian misalnya. Malah ada komunitas yang bertemu tatap muka setahun sekali seperti reuni.
Komunitas dunia maya adalah komunitas ajaib. Kita bisa intens bertemu setiap waktu tanpa ada batasan dimensi waktu. Seperti keanggotaan anda di komunitas kompasiana.com, bertemu fisik dalam bentuk kopdar malah bisa dihitung dengan jari dalam setahun, namun pertemuan di dunia maya berlebih lebih waktunya.
Itulah kehidupan sosial seorang anak manusia. Bermasyarakat adalah tuntutan kehidupan mengingat keterbatasan diri dalam artian kita tidak sanggup melakukan pekerjaan sendiri, kita membutuhkan bantuan dari orang lain. Dan sebaliknya tenaga, pemikiran dan harta kita dibutuhkan juga oleh teman dan kerabat atau siapapun yang membutuhkan.
Komitment dan tanggung jawab adalah 2 kaedah harga mati dalam kehidupan komunitas. Apapun peran kita dalam suatu komunitas, baik sebagai pimpinan, sebagai anak buah maupun sebagai penggembira atau kelompok sorak sorai tetap saja dibutuhkan 2 kaedah tersebut. Kredibilitas dan keberadaan seseorang anggota komunitas sangat ditentukan oleh seberapa besar tanggung jawabnya dalam memikul peran yang di gerakkan oleh komitment kuat pribadinya untuk memberikan yang terbaik bagi komunitasnya.
Oleh karena itu meluruskan niat silaturahmi yang berbuah keceriaan, rezeki dan kelapangan bisa dijadikan sebagai semangat dalam berkehidupan pada komunitas. Mempertahankan diri tetap dalam berbagai komunitas adalah suatu kebaijkan. Apapun peran anda tidak menjadi persoalan yang terpenting adalah keberadaan kita sebaiknya memberikan manfaat bagi komunitas tersebut.
Jakarta, 12 Maret 2012
Salamsalaman
TD
Previous Article

Responses
0 Respones to "Seberapa Banyak Komunitas Anda"
Posting Komentar