OPINI | 06 January 2012 | 14:09
Esemka pilihan terbaik
Pesan moralnya sederhana saja, sekolahkan anak ke SMK jangan ke SMA. Belajar ketrampilan di Esemka, setelah tamat bisa langsung bekerja, antara lain mampu membuat mobnas. Sekolah di Esemaa (SMA), sesudah tamat nampaknya harus kuliah. Anak anak lulusan SMA tidak siap masuk kelapangan kerja, karena kurikulum mereka adalah teori melulu. Tamat kuliah S1 terpaksa kuliah lagi, terus sampai S3, karena pemuda pemudi ini tidak pede masuk kelapangan kerja. Bukankah belajar itu muaranya bekerja, bukan menganggur seperti kebanyakan Sarjana Indonesia.
Pendidikan di SMK telah membuktikan bahwa anak anak muda Indonesia super kreatif. Asalkan diberi kesempatan maka anak anak jenius akan melampiaskan enerji berlebihnya dalam bentuk inspirasi membangun teknologi. Esemka memang yahud.Tinggal sekarang bagaimana para pejabat kementrian mendukung sesuai dengan bidang tugasnya. Misalnya Menteri Perdagangan menaikkan pajak 100 x lipat terhadap import mobil. Kemudian Menteri Perindustrian, menyiapkan produksi nasional besar - besaran.
Inpres menggunakan Mobnas
Mudah mudahan dana ratusan triliyun yang ada di Kementrian Pendidikan Nasional akan lebih banyak dikucurkan untuk mendirikan SMK. Bukan sekedar mendirikan SMK, tetapi juga mengadakan peralataan praktek laboratorium modern yang lengkap untuk seluruh SMK di bumi nusantara.
Mari kita hargai kreatifitas anak bangsa dengan cara menggunakan produk nasional. Selama ini kita di jajah dengan teknologi asing, mulai dari setrikaan sampai ke kendaraan. Bapak Presiden SBY harus malu di dahului Walikota Solo Djokowi dalam mengambil inisiatif menghargai mobil nasional.
Saya dan mungkin anda berharap, dalam Sidang Kabinet lengkap minggu depan, Presiden SBY mengeluarkan Instrulksi Presiden (INPRES) Penggunaan Mobil Nasional. Jangan tanggung tanggung kalau mau membela bangsa, kalau dulu harus mengeluarkan darah merebut kemerdekaan, saat ini SBY cukup keluarkan INPRES, pengadaan mobil dinas wajib membeli mobil nasioal kiat esemka. Kalau Inpres itu keluar maka jadilah Pak SBY seorang Pahlawan yang cinta produksi nasional.
DPR wakil rakyat, jangan diam saja dan keseringan muncul di televisi. Jual tuh mobil mobil mewah anda, bisa di ganti dengan mobil esemka, sisa uangnya kembalikan ke rakyat dalam bentuk menggiatkan produksi teknologi dalam negeri. Alangkah indahnya sewaktu rakyat berkunjung ke gedung bundar senayan, ketika menyaksikan di halaman parkir gedung DPR semuanya terisi oleh mobil nasional (berharap.com).
Apakah ini mimpi atau anggota DPR nglindur…saya tidak paham.
Pesan moralnya sederhana saja, sekolahkan anak ke SMK jangan ke SMA. Belajar ketrampilan di Esemka, setelah tamat bisa langsung bekerja, antara lain mampu membuat mobnas. Sekolah di Esemaa (SMA), sesudah tamat nampaknya harus kuliah. Anak anak lulusan SMA tidak siap masuk kelapangan kerja, karena kurikulum mereka adalah teori melulu. Tamat kuliah S1 terpaksa kuliah lagi, terus sampai S3, karena pemuda pemudi ini tidak pede masuk kelapangan kerja. Bukankah belajar itu muaranya bekerja, bukan menganggur seperti kebanyakan Sarjana Indonesia.
Pendidikan di SMK telah membuktikan bahwa anak anak muda Indonesia super kreatif. Asalkan diberi kesempatan maka anak anak jenius akan melampiaskan enerji berlebihnya dalam bentuk inspirasi membangun teknologi. Esemka memang yahud.Tinggal sekarang bagaimana para pejabat kementrian mendukung sesuai dengan bidang tugasnya. Misalnya Menteri Perdagangan menaikkan pajak 100 x lipat terhadap import mobil. Kemudian Menteri Perindustrian, menyiapkan produksi nasional besar - besaran.
Sejumlah siswa memasang mesin pada kerangka mobil Kiat Esemka di Solo Techno Park, Kamis (5/1). Meski belum ada izin produksi mobil Kiat Esemka karya SMK 2 dan SMK Warga, mendapat respon dari masyarakat sangat baik terbukti pesanan yang masuk sudah ratusan unit dalam waktu kurang dari sepekan. TEMPO/Andry Prasetyo/google.com
Mudah mudahan dana ratusan triliyun yang ada di Kementrian Pendidikan Nasional akan lebih banyak dikucurkan untuk mendirikan SMK. Bukan sekedar mendirikan SMK, tetapi juga mengadakan peralataan praktek laboratorium modern yang lengkap untuk seluruh SMK di bumi nusantara.
Mari kita hargai kreatifitas anak bangsa dengan cara menggunakan produk nasional. Selama ini kita di jajah dengan teknologi asing, mulai dari setrikaan sampai ke kendaraan. Bapak Presiden SBY harus malu di dahului Walikota Solo Djokowi dalam mengambil inisiatif menghargai mobil nasional.
Saya dan mungkin anda berharap, dalam Sidang Kabinet lengkap minggu depan, Presiden SBY mengeluarkan Instrulksi Presiden (INPRES) Penggunaan Mobil Nasional. Jangan tanggung tanggung kalau mau membela bangsa, kalau dulu harus mengeluarkan darah merebut kemerdekaan, saat ini SBY cukup keluarkan INPRES, pengadaan mobil dinas wajib membeli mobil nasioal kiat esemka. Kalau Inpres itu keluar maka jadilah Pak SBY seorang Pahlawan yang cinta produksi nasional.
DPR wakil rakyat, jangan diam saja dan keseringan muncul di televisi. Jual tuh mobil mobil mewah anda, bisa di ganti dengan mobil esemka, sisa uangnya kembalikan ke rakyat dalam bentuk menggiatkan produksi teknologi dalam negeri. Alangkah indahnya sewaktu rakyat berkunjung ke gedung bundar senayan, ketika menyaksikan di halaman parkir gedung DPR semuanya terisi oleh mobil nasional (berharap.com).
Apakah ini mimpi atau anggota DPR nglindur…saya tidak paham.
Previous Article

Responses
0 Respones to "Pesan Moralnya Sederhana Saja, Sekolahkan Anak ke ESEMKA (SMK)"
Posting Komentar