Anda masih ingat Pebulutangkis Nasional Verawaty Fajrin ? Tentulah masih ingat . Verawaty adalah pemain bulutangkis terkenal di era tahun 1980an. Mbak Vera berhasil meraih banyak gelar juara baik di nomor tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran. Pemain-pemain yang pernah berpasangan dengannya adalah Imelda Wiguna, Invanna Lie, Eddy Hartono. Pemain kenamaan ini kini beralih bermain tenis seperti juga dilakukan oleh beberapa pemain bulutangkis nasional lainnya.
Prestasi yang diraih Verawaty di antara puluhan kejuaraan lain :
Sebagai citizen jurnalis, kurang lengkap apabila moment kegiatan warga ini tidak di buatkan reportase khusus. Jadi lah hari Sabtu, 11 juni 2011 di lapangan tenis Asrama Haji Pondok Gede, kami dari Klub Tenis Bumi Harapan Permai (BHP) Kampung Dukuh menerima undangan dari Mbak Verawaty dan team untuk melakukan pertandingan persahabatan. Ini pertandingan persahabatan yang kesekian kali kami lakukan, untuk menambah teman dan memacu adrenalin. Biasanya kalau bertanding, suasana agak serius dan Bapak Ibu mania tenis maunya menang melulu.
Olahraga bagi kami terutama tenis sebenarnya lebih kepada rekreasi, seperti disampaikan oleh rekan rekan dari Klub tenis Asrama haji Pondoke Gede. Sambutan itu diutarakan oleh Bapak Tulus ketika menerima kami sebelum pertandingan dimulai. Selanjutnya beliau berpesan agar pemain tua (senior hehehehe) jangan terlalu semangat mengejar bola, ingat umur, biarlah bola yang mengejar kita. Kami dari BHP berterima kasih atas undangan dan menyampaikan penghargaan atas sambutan yang ramah dan meriah. Sebelum bermain Pak Tulus memimpin doa agar selama melakukan olahraga tidak ada yang cidera dan semuanya bisa menang.
Mengingat petenis yang akan berlaga cukup banyak, maka pertandingan diatur dengan 8 game, tanpa jus dan setiap memcapai nilai 4 pindah tempat. Bola pertama untuk tamu. Selanjutnya bagi olahragawan amatir, datang kelapangan tenis bukan sekedaar mencari keringat, tetapi setidaknya ada 4 tujuan :
Diantara pemain banyak terdapat anggota polisi baik yang masih aktif atau yang sudah purnawirawan. Bapak Wiyono bergembira ria karena selama menjabat sebagai Kapolsek Kampung Makasar melatih (memaksa) beberapa anggotanya bermain tenis. Sekarang anak buah nya itu sudah layak tanding dan bergabung dengan masyarakat sambil melaksanakan tugas kamtibmas. Laksanakan tugas pokok dulu baru bermain demikian pesan beliau.
Bapak Djumari dan Ibu pemain merangkap pengusaha catering hari itu menyediakan menu sayur asem, ikan asin, tempe, ikan gumare, goreng tahu dan sambal. Makan kecil rebus rebusan melimpah ruah dari kacang, ubi, tales pisang rebus dan es kelapa tak tertinggal. Masakan terasa lebih enak apalagi kalau mainnya menang, seperti guyonan beberapa rekan (yang kalah) . Minum air putih saja terasa manis.
Pemain andalan Behape
Pertandingan persahabatan ini biasanya diselenggarakan dengan cara internasional yaitu home and way. Insya Allah Sabtu tanggal 25 Juni mendatang, BHP Tennis Klub akan bertindak sebagai tuan rumah dan rencananya tetap bermain di lapangan tenis Asrama Haji, karena kebetulan kedua klub ini memang bertetangga di kawasan dekat dekat Taman Mini Indonesia Indah. Berdasarkan permintaan beberapa pemain, nanti pada pertandingan away, panitia akan menyiapkan organ tunggal, tidak usyah pakai penyanyi profesional, toh para pemain punya side job penyanyi amatir. Jadi sambil menunggu giliran main bisa berdendang ria.
Pertandingan pukul 12.00 selesai, 17 partai , semua pemain bermain double. Score akhir 10 -7, Insya Allah akan bertemu 2 minggu lagi. Badan sehat, perut kenyang, dan mata mulai redup seperti lampu 5 watt. Selamat tidur, ech berlibur……
Prestasi yang diraih Verawaty di antara puluhan kejuaraan lain :
- Juara Tunggal Putri Kejuaraan Dunia 1980
- Juara Ganda Putri All England 1979 (Verawaty Fajrin/ Imelda Wigoena)
- Finalis Ganda campuran Kejuaraan Dunia 1989 (Eddy Hartono/ Verawaty Fajrin)
Sebagai citizen jurnalis, kurang lengkap apabila moment kegiatan warga ini tidak di buatkan reportase khusus. Jadi lah hari Sabtu, 11 juni 2011 di lapangan tenis Asrama Haji Pondok Gede, kami dari Klub Tenis Bumi Harapan Permai (BHP) Kampung Dukuh menerima undangan dari Mbak Verawaty dan team untuk melakukan pertandingan persahabatan. Ini pertandingan persahabatan yang kesekian kali kami lakukan, untuk menambah teman dan memacu adrenalin. Biasanya kalau bertanding, suasana agak serius dan Bapak Ibu mania tenis maunya menang melulu.
Olahraga bagi kami terutama tenis sebenarnya lebih kepada rekreasi, seperti disampaikan oleh rekan rekan dari Klub tenis Asrama haji Pondoke Gede. Sambutan itu diutarakan oleh Bapak Tulus ketika menerima kami sebelum pertandingan dimulai. Selanjutnya beliau berpesan agar pemain tua (senior hehehehe) jangan terlalu semangat mengejar bola, ingat umur, biarlah bola yang mengejar kita. Kami dari BHP berterima kasih atas undangan dan menyampaikan penghargaan atas sambutan yang ramah dan meriah. Sebelum bermain Pak Tulus memimpin doa agar selama melakukan olahraga tidak ada yang cidera dan semuanya bisa menang.
Mengingat petenis yang akan berlaga cukup banyak, maka pertandingan diatur dengan 8 game, tanpa jus dan setiap memcapai nilai 4 pindah tempat. Bola pertama untuk tamu. Selanjutnya bagi olahragawan amatir, datang kelapangan tenis bukan sekedaar mencari keringat, tetapi setidaknya ada 4 tujuan :
- silaturahmi, salam salaman
- ngobrol tentang Nazaruddin, Melinda Dee
- makan siang yang super maknyus
- terakhir kalau ada waktu, baru main tenis
Diantara pemain banyak terdapat anggota polisi baik yang masih aktif atau yang sudah purnawirawan. Bapak Wiyono bergembira ria karena selama menjabat sebagai Kapolsek Kampung Makasar melatih (memaksa) beberapa anggotanya bermain tenis. Sekarang anak buah nya itu sudah layak tanding dan bergabung dengan masyarakat sambil melaksanakan tugas kamtibmas. Laksanakan tugas pokok dulu baru bermain demikian pesan beliau.
Bapak Djumari dan Ibu pemain merangkap pengusaha catering hari itu menyediakan menu sayur asem, ikan asin, tempe, ikan gumare, goreng tahu dan sambal. Makan kecil rebus rebusan melimpah ruah dari kacang, ubi, tales pisang rebus dan es kelapa tak tertinggal. Masakan terasa lebih enak apalagi kalau mainnya menang, seperti guyonan beberapa rekan (yang kalah) . Minum air putih saja terasa manis.
Seragam putih dan hijau
- Mbak Verawaty dan Mas Fajrin mix double melawan Bp Harry dan Nyonya membuka pertandingan persahabatan
Mejeng dulu sambil menunggu jadual main
Sesuai denga kostum green, lapangan 2 band ini tampak asri, banyak pepohonan rimbun yang menyejukkan suasana bermain
Pak Armaya, tangannya terbalut, tetapi tetap memberi semangat sambil ambil foto foto
There are ladies in tennis, lumayan ada ibu ibu yang senang tenis, menambah semangat bapak bapak.
Nah ini, enaknya main tenis, selalu ada makan sedaaap. Catering Bu Djumari, maknyus.
Pak Haji Selamet, umur 79 tahun masih aktif main, malah ikut bertanding
Pak Djumari, duduk paling tengah, pemain merangkap pengusaha katering, bermain tenis hampir setiap hari
Servis Mbak Vera sangat keras, 80 % Ace
Kalau menang makannya uuuueenak tenan
Score akhir pertandingan persahabatan, sama kuat mainnya
Pertandingan pukul 12.00 selesai, 17 partai , semua pemain bermain double. Score akhir 10 -7, Insya Allah akan bertemu 2 minggu lagi. Badan sehat, perut kenyang, dan mata mulai redup seperti lampu 5 watt. Selamat tidur, ech berlibur……
Previous Article

Responses
1 Respones to "Tenis persahabatan dengan Verawaty Fajrin"
ok..
15 Juni 2011 pukul 20.29
Posting Komentar