Reshuffle Kecele
Ada yang kecele, karena reshuffle urung dilakukan Presiden. Nama nama yang sebelumnya gencar beredar akan menjadi menteri, kini kembali surut hilang ditebas pernyataan Presiden bahwa reshuffle tidak logis untuk saat ini. Kecewa dengan janji janji publikasi, memberikan ruang sakit hati dan kini jelas siapa kawan siapa seteru.
Entah siapa yang menebarkan Issue issue itu , namun patut diduga kalangan partai demokrat di dewan perwakilan rakyatlah yang menebar informasi sebagai akumulasi dari kekecewaan terhad partai koalisi yang mbalelo dalam angket mafia pajak.
Yah, kini semua sudah jelas, para menteri (dan isteri, keluarga, kerabat dan ajudan serta kroni) boleh tidur nyenyak kembali, …zzzzzzzz…. tidak ada lagi mimpi mimpi buruk akan dicopot dari jabatan bergengsi. Sekarang saatnya bangkit dari kursi, berangkat ke lapangan, singsingkan lengan baju, terjun melihat langsung program kerja yang dilaksanakan anak buah.
Kerja lagi Pak Menteri
Kerja birokrat sesungguhnya sudah rapi tertuang dalam APBN, RAKL secara rinci sasaran yang akan dicapai, penjadualan tahap pelaksanaan sudah sangat detail sekali. Sekarang Pak Menteri ajak Dirjen, Direktur, Ka Bagian, Ka Seksi untuk memantau sejauh mana pelaksanaan program ter realisasi. Buang semua agenda ritulisasi, rapat rapat kerja yang tidak ” berisi “
Rakyat membutuhkan pelayanan publik dari kementrian anda, yang paling tidak sebagai balas jasa atas kepatuhan membayar pajak. Lihatlah akan buah di sentra sentar pelayanan public, apakah mereka telah melaksanakan tugas dengan baik, seperti yang diamanatkan oleh Undang Undang Pelayanan Publik Nomor 25 tahun 2009 yang disahkan pada tanggal 9 juli 2009.
Apakah anak buah Pak Menteri sudah begini dalam memberikan pelayanan publik :
- Adil dan tidak diskriminatif,
- Cermat,
- Santun dan ramah,
- Tegas, andal, dan tidak memberikan putusan yang berlarut larut,
- Profesional,
- Tidak mempersulit
Jangan sampai motto para pamong dengan paradigma lama ” kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah” masih ada dalam benak para abdi Negara itu. Kalau pegawai negeri masih bermental begini kasihan anak negeri. Jadi Pak Menteri tidak usah takut reshuffle lagi, kosentrasi bekerja, siapa tahu nanti diangkat jadi menteril lagi di Kabinet jilid 3.
Previous Article

Responses
0 Respones to "Pak Menteri, Tidurlah Kembali dengan Nyenyak"
Posting Komentar