1 Tunda Kenaikan BBM, Sambil Mempersiapkan Infra Struktur BBG



Tunda Kenaikan BBM, Sambil Mempersiapkan Infra Struktur BBG


OPINI | 13 March 2012 | 07:07 Dibaca: 148   Komentar: 1   Nihil
Kenaikan Bahan bakar Minyak (BBM) sudah dapat dipastikan menambah pengeluaran anggaran rumah tangga. Pengeluaran itu akan bertambah untuk sektor transportasi dan untuk membeli bahan pokok kebutuhan dapur. Sementara pendapatan keuangann keluarga dalam posisi yang tetap.  Akibatnya boro boro mau menambah simpanan di Bank, malah simpanan terpaksa ditarik untuk menyeimbangkan stabilitas keuangan keluarga dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup.
Kenaikan Rp. 1.500 harga premium atau 30 % dari harga semula akan memicu  effek domino bagi kenaikan harga barang kebutuhan lainnya. Pengeluaran untuk biaya  transportasi apakah warga itu memiliki kendaraan atau menggunakan jasa transportasi lainnya akan melonjak drastis.  Demikian pula pengeluaran rumah tangga berbanding lurus meningkat, karena harga bahan pokok yang di jajakan pedagang sudah pasti “menyesuaikan”.
Pendapatan gaji yang tetap alias tidak dinaikkan, akan mempersulit keuangan keluarga. Apalagi kalau keluarga tersebut harus melunasi cicilan rumah, cicilan kredit kendaraan ataupun hutang hutang jangka panjang lainnya. Sudah pasti kondisi keuangan keluarga yang semakin memprihatinkan ini membuat setiap keluarga terpaksa mengencangkan ikat pinggang.  Tidak ada lagi rekreasi, tidak ada lagi dana untuk membeli buku dan yang pasti pengeluaran guna kebutuhan tresier tersedot untuk menutupi kenaikan harga BBM.
Menjelang kenaikan BBM, kita saksikan demontrasi rakyat dimana mana.  Hasil survey LSI menunjukkan bahwa 80 % warga menolak kenaikan BBM. Kerusuhan ini semakin meningkat sejalan dengan semakin dekatnya tanggal 1 April 2012 batas waktu diumumkannya kenaikan BBM oleh Pemerintah.  Mumpung kenaikan harga ini belum ditetapkan dengan Surat Keputusan Presiden, ada baiknya Pemerintah meninjau kembali dan memikirkan dampak negatif yang akan ditimbulkan di seluruh nusantara.
Seharusnya DPR, bukan hanya berpikir secara logika keuangan dan subsidi, tetapi berpikirlah dengan hati nurani. Rakyat kecil yang sudah terseok seok kehidupannya akan semakin melarat.  Mereka sepertinya sedang menuju tiang gantungan atau menuju liang lahat secara perlahan akibat kehidupan yang semakin sulit.  Bagi the have mungkin tidak ada masalah dengan kenaikan harga BBM, karena mereka mempunyai cadangan “devisa” untuk 7  turunan, tetapi bagi komunitas rakyat ,kenaikan BBM ini merupakan malapetaka.
Apakah tidak ada alternatif lain untuk mengurangi subsidi BBM ini.  Sebaiknya pemerintah dengan serius mempersiapkan infra struktur Bahan Bakar Gas (BBG) mulai tahun ini juga, kemudian tahun depan pengalihan penggunaan energi bisa dilakukan. Tunda saja kenaikan BBM. Jangan ambil resiko yang begitu besar terhadap kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara akibat salah mengambil kebijakan. Akhirnya rakyat jua yang menderita atau bisa juga berakibat  Pemerintah saat ini bisa selesai tugasnya.
Apakah sedemikian buruk kondisi keuangan negara ini…tuan tuan yang berkuasa,…..
[Read More...]


0 Pesan Moralnya Sederhana Saja, Sekolahkan Anak ke ESEMKA (SMK)





OPINI | 06 January 2012 | 14:09Dibaca: 384   Komentar: 39   1 dari 1 Kompasianer menilai inspiratif
Esemka pilihan terbaik
Pesan moralnya sederhana saja, sekolahkan anak ke SMK jangan ke SMA. Belajar ketrampilan di Esemka, setelah tamat  bisa langsung bekerja, antara lain mampu membuat mobnas.  Sekolah di Esemaa (SMA), sesudah tamat nampaknya harus  kuliah.  Anak anak lulusan SMA tidak siap masuk kelapangan kerja, karena kurikulum mereka adalah teori melulu. Tamat kuliah S1 terpaksa kuliah lagi, terus sampai S3, karena pemuda pemudi ini tidak pede masuk kelapangan kerja.  Bukankah belajar itu muaranya bekerja, bukan menganggur seperti kebanyakan Sarjana Indonesia.
Pendidikan di SMK telah membuktikan bahwa anak anak muda Indonesia super kreatif.  Asalkan diberi kesempatan maka anak anak jenius akan melampiaskan enerji berlebihnya dalam bentuk inspirasi membangun teknologi. Esemka memang yahud.Tinggal sekarang bagaimana para pejabat kementrian mendukung sesuai dengan bidang tugasnya. Misalnya Menteri Perdagangan  menaikkan pajak 100 x lipat terhadap import mobil. Kemudian Menteri Perindustrian, menyiapkan produksi nasional besar - besaran.
13258327461917934225
Sejumlah siswa memasang mesin pada kerangka mobil Kiat Esemka di Solo Techno Park, Kamis (5/1). Meski belum ada izin produksi mobil Kiat Esemka karya SMK 2 dan SMK Warga, mendapat respon dari masyarakat sangat baik terbukti pesanan yang masuk sudah ratusan unit dalam waktu kurang dari sepekan. TEMPO/Andry Prasetyo/google.com
Inpres menggunakan Mobnas
Mudah mudahan dana ratusan triliyun yang ada di Kementrian Pendidikan Nasional akan lebih banyak dikucurkan untuk mendirikan SMK.  Bukan sekedar mendirikan SMK, tetapi juga mengadakan peralataan praktek laboratorium modern yang lengkap untuk  seluruh SMK di bumi nusantara.
Mari kita hargai kreatifitas anak bangsa dengan cara menggunakan produk nasional.  Selama ini kita di jajah dengan teknologi asing, mulai dari setrikaan sampai ke kendaraan.  Bapak Presiden SBY harus malu di dahului Walikota Solo Djokowi dalam mengambil inisiatif  menghargai mobil nasional.
Saya dan mungkin anda berharap, dalam Sidang Kabinet lengkap minggu depan, Presiden SBY mengeluarkan Instrulksi Presiden (INPRES) Penggunaan Mobil Nasional. Jangan tanggung tanggung kalau mau membela bangsa, kalau dulu harus mengeluarkan darah merebut kemerdekaan, saat ini SBY cukup keluarkan INPRES, pengadaan mobil dinas wajib membeli mobil nasioal kiat esemka.  Kalau Inpres itu keluar maka  jadilah Pak SBY seorang Pahlawan yang cinta produksi nasional.
DPR wakil rakyat, jangan diam saja dan keseringan muncul di televisi.  Jual tuh mobil mobil mewah anda, bisa di ganti dengan mobil esemka, sisa uangnya kembalikan ke rakyat dalam bentuk menggiatkan produksi teknologi dalam negeri.  Alangkah indahnya sewaktu  rakyat berkunjung ke gedung bundar senayan, ketika menyaksikan di halaman parkir gedung DPR semuanya terisi oleh mobil nasional (berharap.com).
Apakah ini mimpi atau anggota DPR nglindur…saya tidak paham.
[Read More...]


0 Evaluasi Apa Lagi PSSI




By Thamrin Dahlan
Evaluasi apalagi yang akan dilakukan PSSI.  Sudah puluhan kali melakukan evaluasi, boro boro prestasi menjadi lebih baik, kenyataannya kinerja semakin melorot. Jadi untuk apa evaluasi, bubar jalan atau mengundurkan diri bagi Pengurus PSSI periode ini adalah jalan terbaik.
Terlepas permainan PSSI vs Bahrain apakah  ada ” main mata”,  namun yang jelas kekalahan telak 10 kosong telah menurunkan wibawa bangsa. Ketua PSSI sebagai penanggung jawab utama kegagalan ini telah berbuat sesuatu yang mempermalukan negara di kanacah internasional.  Untuk itu pengurus PSSI harus dituntut oleh lembaga konsumen atau oleh DPR kalau anggota dewan terhormat itu ” ngeh”  bahwa  telah terjadi suatu peristiwa besar yang menurunkan citra negeri ini.
13310072531213770279
Dalam mamajemen modern seharusnya hasil evaluasi adalah prestasi / kinerja menjadi lebih baik.  Namun kalau kenyataannnya prestasi menjadi lebih buruk maka timbul  2 pertanyaan yang muncul. Pertanyaan pertama apakah evaluasi sudah dilakukan secara objektif dan menghasilkan keputusan yang realistis.  Kalau evaluasi salah yah tentu hasilnya double salah. Kemungkinan kedua adalah apabila evaluasi sudah dilakukan sesuai dengan kaedah manajemen kemudian  menawarkan solusi, tetapi kenyataannya solusi itu tidak dilaksanakan oleh pengurus PSSI, maka  percuma saja dilakukan evaluasi.
Oleh karena itu sebagai penggemar berat bola sepak, saya tidak sepaham dengan Presiden SBY yang masih saja memberi kesempatan evaluasi evaluasi dan evaluasi PSSI. Ganti  Pengurus itulah jalan keluar terbaik.  Menpora sebagai penanggung jawab utama Bidang Olahraga Nasional harus mengambil alih kepemimpinan untuk sementara.  Selanjutnya bentuk kepengurusan baru yang di awaki oleh sumber daya manusia yang ahli dalam bidang persepakbolaan.  Satu hal yang lebih penting lagi adalah pengurus baru itu harus steril dari kepentingan pihak manapun, mereka harus profesional.
Setelah itu barulah persepakbolaan nasional akan bergairah kembali.  Tidak ada diskriminasi pemain, yang ada adalah kemampuan tehnis mengolah bola sebagai acuan utama memilih pemain nasional. Prestasi akan didulang dari masa ke masa.  Kesejahteraan pemain menjadi prioritas utama dalam program Pengurus PSSI baru. Pemain jangan lagi memikirkan periuk nasi untuk keluarganya. Tulis di KTP mereka pekerjaan : Pemain Bola.  Berikan jaminan kehidupan dan layak serta uang pensiun.  Pastilah pemain ini akan kosentrasi penuh dalam men dedikasikan dirinya 100 % untuk kedigjayaan bangsa melalui sepak bola.
Itu saja saran saya kepada Bapak Pak Presiden RI dan Bapak Menpora,
semoga bermanfaat
salamsalman
Posting ke 523.
Jakarta, 6 maret 2012

[Read More...]


0 Seberapa Banyak Komunitas Anda



Seberapa Banyak Komunitas Anda
oleh : Thamrin Dahlan
Bulan Februari 2012 saya bergabung dengan 2 komunitas baru.  Satu di Universitas Gunadarma, satu lagi di komunitas Pengurus Iluni UI Pusat.  Tanpa disadari setiap hari kita berpindah dari satu komunitas kemonitas lainnya sesuai denga peran. Bangun tidur pagi bercengkerama dengan komunitas tercinta keluarga,   bergerak sedikit keluar rumah bersua denga komunitas tetangga. Demikian  seterusnya,  kita berjumpa paling tidak  dengan 5- 7 komunitas dalam sehari.
Mengatur waktu adalah kiat  untuk bisa berperan aktif pada setiap komunitas. Menyediakan waktu untuk komunitas keluarga harus berada dalam prioritas utama.  Selanjutnya kita bisa memilah komunitas lainnya sebagai urutan prioritas kedua dan ketiga.  Bisa jadi anda meletakkan  komunitas pekerjaan, komunitas ibadah dan komunitas hobby sebagai komunitas yang patut mendapat jatah waktu yang proposional.
Ada beberapa komunitas dimanan kehadiran fisik  tidak mengharuskan hadir pada setiap hari.  Ada komunitas yang hanya memerlukan kehadiran sekali seminggu seperti memberikan kuliah. Sekali sebulan untuk kegiatan organisasi Iluni UI, Arisan keluarga, Pengajian  misalnya. Malah ada komunitas yang bertemu tatap muka setahun sekali seperti reuni.
Komunitas dunia  maya adalah komunitas ajaib.  Kita bisa intens bertemu setiap waktu tanpa ada batasan dimensi waktu. Seperti keanggotaan anda di komunitas kompasiana.com, bertemu fisik dalam bentuk kopdar malah bisa dihitung dengan jari dalam setahun, namun pertemuan di dunia maya berlebih lebih waktunya.
Itulah kehidupan sosial seorang anak manusia. Bermasyarakat adalah tuntutan kehidupan mengingat keterbatasan diri dalam artian kita tidak sanggup melakukan pekerjaan sendiri, kita membutuhkan bantuan dari  orang lain.  Dan sebaliknya tenaga, pemikiran dan harta kita dibutuhkan juga oleh teman dan kerabat atau siapapun yang membutuhkan.
Komitment dan tanggung jawab adalah 2 kaedah  harga mati dalam kehidupan komunitas.  Apapun peran kita dalam suatu komunitas, baik sebagai pimpinan, sebagai anak buah maupun sebagai penggembira atau kelompok sorak sorai tetap saja dibutuhkan 2  kaedah tersebut.  Kredibilitas dan keberadaan seseorang anggota komunitas sangat ditentukan oleh seberapa besar tanggung jawabnya dalam memikul peran yang di gerakkan oleh komitment kuat pribadinya untuk memberikan yang terbaik bagi komunitasnya.
Oleh karena itu meluruskan niat  silaturahmi yang berbuah keceriaan, rezeki dan kelapangan bisa dijadikan sebagai semangat dalam berkehidupan pada komunitas.   Mempertahankan diri tetap dalam berbagai komunitas adalah suatu kebaijkan. Apapun peran anda  tidak menjadi persoalan yang terpenting adalah keberadaan kita sebaiknya memberikan manfaat bagi komunitas tersebut.
Jakarta, 12 Maret 2012
Salamsalaman
TD
[Read More...]


0 Negeri ini Ada Digengamanmu



Puisi

[Read More...]


0 Harapan dari Semua Insan



Tema   : Manusia dan Harapan
Nama   : Muhammad Azis
Kelas   : 1KB01
NPM   : 24111779
Tugas   : Ilmu Budaya Dasar



Harapan dari Semua Insan

Seorang anak dilahirkan didunia merupakan harapan dari sebuah keluarga yang baru, yang tentu sebuah keluarga itu ingin memiliki keturunannya. Seorang Ayah dan Ibu tentu juga memiliki sebuah harapan, yaitu harapan semoga anaknya kelak menjadi seorang yang berhasil. Begitu juga sang anak, dia memiliki sebuah keinginan yang dia sebut “Cita-cita” yang nantinya anak itu harus mewujudkannya. Semuanya itu mencakup dari kata “Harapan”. Dan harapan menurut Abu Ridho dalam buku Recik-Recik Spritualitas Islam mengatakan, harapan merupakan pancaran suasana batin atau situasi kemanusiaan yang sedang menanti-nanti atau mengharapkan sesuatu yang disenanginya bakal menjadi kenyataan.
Setiap manusia pasti semuanya memiliki sebuah harapan, meskipun sulit untuk mencapai suatu harapan tersebut, namun semua itu akan dicapainya sampai titik darah penghabisan. Mengingat itu semua dahulu bangsa Indonesia juga memiliki suatu harapan untuk Merdeka dari penjajahan para kolonial Belanda maupun Jepang. Lepas dari semua itu Indonesia telah merdeka dan tentunya masih memiliki sebuah harapan, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsanya agar menjadi orang-orang yang pandai dan bisa memajukan negaranya.
Sulit untuk mencapai sebuah harapan, harus ada optimisme dan faktor pendukung tentunya. Begitu yang saya alami saat ini, sebagai seorang yang jauh dari orang tua, saya dituntut untuk menjadi lebih mandiri dan dewasa tentunya. Dewasa disini bukan mencakup sebuah umur, apakah seorang itu sudah cukup umur dan disebut dewasa? Bukan itu maksud dari dewasa sebenarnya, menurut Dosen Matematika saya Bapak Ambar Dewayono seorang dikatakan dewasa apabila seorang tersebut menghadapi sebuah masalah dengan tenang dan sabar, karena dengan tenang kita akan menemukan solusi bukan emosi. Beliau mengatakan demikian pada saat perkenalan masuk perkulihan pertama pada pelajaran Matematika. Bagi saya setelah mendengar itu saya belum merasa dewasa, karena saya masih emosian dan tidak sabaran dalam menghadapi sebuah masalah yang ada. Dan semuanya bagi saya adalah motivasi dan semangat bagi saya. Walaupun jauh dari orang tua, namun dosen adalah orang tua kedua bagi saya, yang selalu memberikan motivasi untuk menjadi lebih baik dan tentunya untuk dapat mewujudkan suatu keinginan atau cita-cita.
Aziz 2.jpgAda banyak yang menginginkan sebuah harapan, dimana sebuah harapan itu ditujukan agar menjadi lebih baik lagi. Ini semua berkaitan dalam lingkup kehidupan manusia sehari-hari. Banyak selogan-selogan yang mengatakan agar kita membuang sampah pada tempatnya, “itu diharapkan agar terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat”. Bukan hanya selogan saja, intruksi atau pengarahan pun juga dilaksanakan, seperti Kepolisian Republik Indonesia kepada   Para Siswa SMA, itu diinginkan untuk membangun harapan agar kedepannya bisa lebih maju lagi. Saya masih ingat dimana pada saat kelulusan SMA, saya dan teman-teman didatangi Polisi dari POLRES Brebes, dan pada saat itu Brigadir Polisi Kepala Bapak Rudi Hartono memberikan intruksi dan nasehat pada kami agar pada saat kelulusan nanti tidak ada coret-coretan dan pawai menggunakan sepeda motor.
(Gambar1.1)
Inilah gambar pada saat saya (Jaket Hijau) dan teman-teman dinasehati oleh Brigadir Polisi Kepala Bapak Rudi Hartono, agar tidak melakukan pawai dan coret-coret pada saat kelulusan nanti.

Sabtu, 3 Maret 2012
Depok

[Read More...]


0 Memiliki Blog Itu Wajib Hukumnya bagi Mahasiswa Universitas Gunadarma



Memiliki Blog Itu Wajib Hukumnya bagi Mahasiswa Universitas Gunadarma


OPINI | 02 March 2012 | 07:35 Dibaca: 43   Komentar: 7   Nihil
Sarjana sebagai produk intelektual Perguruan Tinggi merupakan sumber daya manusia yang diharapkan mampu memberikan kontribusi berarti bagi bangsa dan Negara.  Sebagai seorang intelektual sesuai dengan disiplin ilmu yang dimilikinya peran sarjana sangat dibutuhkan dalam membangun negara. Penerapan keahlian sarjana tersebut di kalangan masyarakat akan lebih berhasil bila disertai kemampuan berkomunikasi aktif  atau bermasyarakat dengan lingkungannya.
Guna  mempersiapkan kemampuan bermasyarakat tersebut mahasiswa semasa kuliah dibekali dengan ilmu pengetahuan yang menyangkut dengan ideologie negara dan corak kebudayaan bangsa.  Seorang dokter akan lebih berhasil dalam menerapkan ilmu mengobati pasien seandainya dia mampu memberikan penyuluhan kesehatan yang tepat dan dimengerti oelh kliennya.  Demikian pula seorang insinyur, dia akan berhasil apabila dia mengenal lingkungannya dengan baik.  Keahlian Ilmu komputer akan lebih bermakna apabila produck dari sarjana ini bermanfaat bagi masyarakat.  Apapun disiplin Ilmu yang didapat selama masa kuliah pada akhirnya keberhasilan menerapkan keahlian  di masyarakat sangat bergantung dari kemampuan sarjana tersebut dalam “ mengerti” budaya lingkungan tersebut.
Proses menjadikan sarjana seperti yang diharapkan tersebut harus dimulai sejak dini.  Selama bertahun tahun dibangku kuliah,  hendaknya program pembelajaran telah dirancang  keterkaitannya  dengan kehidupan masyarakat sehari hari. Pembelajaran ilmu social, ilmu budaya dan pendidikan pancasila adalah suatu paket yang patut diberikan dalam memberikan bekal wawasan kepada calon calon intelektual ini.  Bukan sekedar teori teori yang diberikan, justru mempraktekkan teori teori itu dalam kehidupan sehari hari akan lebih bermakna dapam proses menjadikan mereka seorang sarjana yang siap “kerja”.
Perguruan Tinggi mempunyai kurikulum  mata kuliah yang membicarakan tentang nilai  nilai , tentang kehidupan, tentang berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam kehidupan sehari hari. Mata kuliah ini memberikan Ilmu pengetahuan (science) dasar tentang budaya, agar mahasiswa  menyadari peran dirinya sehingga mampu berkomunikasi dengan baik dengan lingkungan. Mata kuliah ini perlu diberikan sebagai bekal bagi calon intelektual dalam kehidupan bermasyarakat, agar mampu berkontribusi dengan disiplin ilmunya sesuai dengan pola kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kerelaan memikirkan kembali dengan hati terbuka  atas nilai nilai yang dimiliki untuk mengetahui apakah mahasiswa secara mandiri dapat membenarkan nilai nilai tersebut. Selanjutnya keberanian moral untuk mempertahankan nilai nilai  yang sudah dirasakan diterima dengan penuh tanggung jawab  dan mampu menolak nilai nilai yang tidak sesuai denga pola intelektual seorang cendikiawan.
Kebudayaan adalah sesuatu yang sangat kompleks mencakup : pengetahuan, kepercayaan,  kesenian , Moral, Hukum, Adat istiadat, dan kemampuan kemampuan lain serta kebiasaan kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan jasmaniah yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk masyarakat. Antrolog : EB Tylor (1871)
Pola pembelajaran sistem softsklill yang diterapkan di Universitas Gunadarma untuk mata kuliah Ilmu Budaya Dasar menuju kearah pembekalan kemampuan mahasiswa sebagai manusia seutuhnya.  Mahasiswa ditingkatkan kemampuan intelektualnya untuk mengerti dan memahami koodisi lingkungannya berdasarkan Ilmu Pengetahuan (Science). Sejak semester 1, mahasiswa di upayakan untuk mengapresiasikan kreativitasnya masing masing dalam bentuk tulisan atau artikel.
Artikel yang ditulis adalah ekspresi dalam berbagai bentuk dan corak pemikiran , ungkapan, perasaan da tingkah laku dari hasil kelakuan mereka yang dirangkum dalam pokok bahasan :
· Manusia dan cinta kasih
· Manusia dan keindahan
· Manusia dan penderitaan
· Manusia dan keadilan
· Manusia dan pandangan hidup
· Manusia dan tanggung jawab
· Manusia dan kegelisahan
· Manusia dan harapan
Artikel yang dibuat mahasiswa bisa berbentuk opini, reportase atau dalam  bentuk penulisan prosa dan puisi. Tulisan mahasiswa bukalan sekedar suatu tulisana ” mati”, namun ada “ruh ” dari tulisan itu.  Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat mulai dibiasakann untuk memberikan respon terhadap permasalahan sosial budaya  yang ada dilingkungannya. Respon ini ditulis dalam bentuk artikel kemudian mahasiswa mempresentasikan didepan kelas.  Inilah Ruh kreativitas mahasiswa itu.
Proses pembelajaran softsklill di Universitas Gunadarma didukung oleh perangkat IT sebagai keunggulan dan basis dari Universitas ini.  Komunikasi Dosen dan Mahasisa berada dalam jaringan sistem   yang terinegrasi dalam student site dan staffsite. Setiap mahasiswa UG wajib memiliki blog, inilah dasar seorang intelektual yang selalu mencari referensi ilmiah guna pengembangan kemampuannya.
Lihat saja semangat mahasiswa ini, dalam hitungan jam saya sudah menerima kiriman artikel by email dari Muhammad Ilham Utama  yang menuliskan tentang Manusia dan Harapan.  Kemudian Gebyar dari kelas yang lain mengirimkan alamat blog teman sekelasnya.  Saya apressiasi terhadap kesungguhan mahasiswa. Saya dan mungkin anda atau orang tua berharap banyak dari mahasiswa ini.  mereka sedang merintis masa depan sebagai seorang profesional yang mampu bermasyarakat.
[Read More...]


0 Ech Ujan Gerimis Aje



Ech Ujan Gerimis Aje


OPINI | 25 January 2012 | 06:55Dibaca: 76   Komentar: 28   1 dari 2 Kompasianer menilai menarik

ech ujan gerimis aje,….
Rabu pagi jakarta diguyur hujan gerimis
Niat mau olahraga tertunda sejenak
berpayunglah
berangkat ke lapangan tenis
nanti juga reda
ketemu kawan sobat handai tolan
silaturahmi nomer satu
makan makan nomer dua
tenis nomer tiga
*****
keringat itu mahal
tidak ada di super maket dan mall
tidak ada yang jualan keringat disana
*****
ech ujan gerimais aje
lapangan tenis dikeringin
ech ujan berhentilah
gue mau olahrage dihari dingin
*****
salam salaman
he he he ude rede
berangkat yo
have a nice day frenz
*****
[Read More...]


0 Menyoal cadar Yulianis



Menyoal cadar Yulianis


OPINI | 28 January 2012 | 18:00Dibaca: 913   Komentar: 32   2 dari 3 Kompasianer menilai aktual
13277468862120408979
Paling enak jadi saksi nikah
Yulianis menjadi saksi  pada proses pengadilan terdakwa Nazarudin.  Posisi yang ngak enak karena bisa bisa posisi saksi ditingkatkan menjadi terdakwa,  kecuali saksi ahli tentunya.  Ada sejenis saksi yang lain selain saksi pengadilan, yaitu saksi nikah. Tugas saksi nikah sangat simpel, hanya mengatakah SYAH !!! ketika calon mempelai pria  mengucapkan dengan lancar  akad nikah. Beda dengan saksi masalah hukum yang ditanya tanya dalam tekanan , menjadi saksi nikah adalah suatu posisi menyenangkan sebagai   penghormatan dari keluarga yang berhajad menikahkan putra/putrinya. Dengan catatan nikahnya nikah resmi  bukan nikah siri.
Yulianis terpaksa memakai tutup muka dengan menggunakan cadar, hanya matanya saja yang kelihatan.  Nazaruddin  penasaran, sehingga dia meminta kepada Hakim Ketua agar Yulianis membuka topengnya sehubungan Nazaruddin takut wanita bertopeng itu bukan Yulianis asli.  Tetapi  syukurlah setelah Nazar dipersilahkan melihat langsung muka di belakang topeng itu dia ainul yakin saksi adalah mantan anak buahnya di perusahaan.
Alasan Yulianis memakai cadar karena dia takut kepada mantan Boss nya itu.  Entah apa yang ditakutkan tidak jelas, apakah pernah mendapat ancaman atau malu bertatap muka, maklum dulu mereka konco dalam menjalankan bisnis wisma altet.  Aneh juga sstem pengadilan dinegeri kita, mungkin pakar pakar hukum di negeri ini  belum terpikir mengubah KUHAP terkait dengan memakai topeng dalam proses pengadilan.   Ataukah masalah HAM yang menjadi acuan sehingga bercadar diperbolehkan.  Saya kurang paham.   Asalkan saja bukan terdakwa yang malah nantinya minta diperbolehkan memakai topeng.
Rosa dalam posisi saksi kasus wisma atlet tergolong berani, dia tidak memakai tutup muka.   Sehingga dalam proses tanya jawab, nampak tergurat emosinya di raut mukanya.  Rosa pernah menangis, menetes air matanya disaksikan oleh seluruh pengunjung pengadilan dan disaksikan pula oleh jutaan pemirsa televisi. Kita tidak tahu bagaimana mimik muka Yulianis ketika dicecar pertanyaan bertubi tubi oleh kuasa hukum Nazaruddin. Apakah dia tertawa atau dia menangis, karena emosi yang bergejolak tidak bisa disorot televisi, tertutup oleh cadar.
Kembali ke saksi nikah, maka posisi terhormat ini tidak mungkin ditingkatkan jadi mempelai pria. Bisa saja mempelai pria gagal mengucapkan akad nikah dengan lancar namun tidak boleh di wakilkan saksi sebab musababnya malanggar syariat rukun nikah. Calon pengantin pria harus mengucapkan sendiri akad nikah sampai lancar. Kalau perlu di suruh istirahat dulu atau sekalian  diguyur air.  Mempelai wanita yang  deg - deq an, ada apa dengan mu calon suamiku, apakah dikau sudah menjadi milik orang lain sehingga mengucapkan akad nikah terbata bata.
KOMENTAR BERDASARKAN : 
Tulis Tanggapan Anda
[Read More...]


0 Hukum Mati Produsen dan Pengedar Narkoba



Hukum Mati Produsen dan Pengedar Narkoba


OPINI | 31 January 2012 | 20:10Dibaca: 198   Komentar: 22   1 dari 2 Kompasianer menilai inspiratif
Hukuman mati untuk pengedar narkoba
Pengguna narkoba selain berbahaya bagi diri sipemakai, juga membahayakan bagi orang lain, seperti kasus tabrakan maut di Tugu Tani beberapa minggu yang lalu.   Demikian disampaikan oleh Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Drs Sumirat Dwiyanto pada kesempatan wawancara di salah satu stasiun Televisi swasta.Peristiwa ini sungguh sangat tragis, ternyata sipengemudi maut Apriyani baru saja menggunakan barang terlarang itu sehingga mengakibat 9 orang yang tak berdosa meninggal dunia..
Permasalahan narkotika telah bersifat transnasional yang dilakukan dengan menggunakan modus operandi yang tinggi, teknologi canggih, didukung oleh jaringan organisasi yang luas, dan sudah banyak menimbulkan korban, terutama di kalangan generasi muda bangsa yang sangat membahayakan kehidupan masyarakat, bangsa, dan Negara.
Undang Undang Narkotika Nomer 35 Tahun 2009 menetapkan hukuman berat bagi pengedar narkoba sampai dengan acaman hukuman mati terhadap pelaku tindak pidana sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 114 ayat 2
Dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1)ditambah 1/3 (sepertiga).
Tindak pidana narkotika antara lain berupa upaya sindikat mengimpor, mengekspor, memproduksi, menanam, menyimpan, mengedarkan, penyalahgunaan Narkotika. Tindak pidana ini  sangat merugikan dan merupakan bahaya yang sangat besar bagi kehidupan manusia, masyarakat, bangsa, dan negara serta ketahanan nasional Indonesia. Oleh karena itu hukuman berat dimaksudkan adalah untuk memberikan efek jera bagi sepemakai juga memberikan peringatan keras bagi oknum yang coba coba memproduksi dan mengedarkan narkoba.
Pengungkapan sindikat jaringan narkoba
Hasil yang telah dicapai BNN pada tahun 2011, dalam rangka mengimplementasikan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), khususnya dalam bidang pemberantasan adalah sudah diungkapsebanyak 97 jaringan sindikat narkoba dengan jumlah tersangka sebanyak 159 orang.Memutus jaringan sindikat barang haram ini dimaksudkan untuk menghilangkan peredaran gelap narkoba ditanah air.
Berdasarkan Pers Release akhir tahun 2011 BNN berhasil mengungkap jaringan yang melibatkan sindikat internasional yang paling spektakuler dan menonjol adalah terbongkarnya kasus Surya Bahadur Tamang, alias Boski, yang mengendalikan peredaran gelap narkoba dari balik jeruji besi di lapas Nusa Kambangan sampai bandar besar berkewarganegaraan Iran yang ditangkap oleh polisi Thailand serta kasus Obina, napi di lapas Cipinang yang mengendalikan jaringannya dari dalam Lapas Cipinang.
Selain itu BNN menangkap Kepala Lapas Narkotika di Nusa Kambangan, Marwan Adli yang diduga memfasilitasi terjadinya kejahatan narkoba di lingkungan lapas dan menerima aliran dana dari hasil transaksi narkoba. Kini, setelah melewati persidangan yang cukup alot, Marwan Adli sudah divonis hukuman 13 tahun penjara, oleh Pengadilan Negeri Cilacap, pada 27 Desember 2011 lalu.
Bekerja sama dengan Institusi narkotika manca negara alam rangka upaya memutus jaringan dan menangkal masuknya jaringan narkoba internasional ke Indonesia, BNN tidak hanya menunggu masuknya jaringan narkoba atau narkobanya ke Indonesia, tetapi juga melakukan langkah-langkah agresif ke luar negeri dengan melakukan kerjasama dan pertukaran informasi dengan aparat di beberapa negara serta mengikuti berbagai organisasi internasional di bidang P4GN.
Satu komando pemberantasan
Pekerjaan berat dalam melaksanakan tugas sebagai wujud komitmen yang kuat terbantu dengan perubahan struktur organisasi BNN. Saat ini berdasarkan UU Narkotika Lembaga non Kementerian ini berada langsung di bawah Presiden dan vertical dengan organisasi Badan Narkotika Propinsi (BNP) di setiap kewilayahan Republik Indonesia. Disamping itu Personil Pemberantasan BNN diberikan kewenangan sebagai penyidik sehingga dengan demikian kecepatan bertindak dalam satu arah komando langsung secara vertical untuk memberantas peredaran gelap narkoba dapat dilakukan secara terpusat oleh BNN.
Semoga di tahun 2012 pencapaian upaya BNN dalam memberantas jaringan sindikatnarkoba semakin meningkat, dengan bekerja sama antar intansi sebagai mana amanat Inpres Nomor 12 tahun 2011. Tentunya peran masyarakat untuk ikut berpartisipasi dan memberikan kontribusi dalam melindungi anak bangsa dari dampak buruk narkoba sangat diperlukan.
Referensi :
Humas BNN,
UU Nomor 35 Tentang Narkotika tahun 2009
[Read More...]


 

Recent Comments

Popular Posts

Return to top of page Copyright © 2010 | Platinum Theme Converted into Blogger Template by HackTutors