Ibu Triningsih dibantu operator warnet dengan ramah dan sabar mendaftarkan anaknya ke SMP via online
Citizen Jurnalism
Ketika sedang asyiek menjawab tanggapan kompasianer saya tersentak mendengar keluhan seorang ibu dan anaknya tentang sulitnya mendaftar sekolah via online. Operator warnet mengatakan dari siang tadi masih sulit masuk ke web pendaftaran SMP, dia menganjurkan agar Ibu dan anak lulusan SD tadi datang agak sore. Saya menyaksikan gurat kekecewaan diwajah si anak demikian juga ibunya yang mengendong anaknya yang masih kecil. Mereka dari pagi telah berada di warnet mencoba dan mencoba lagi akses ke web Diknas DKI http://jakarta.siap-psb.com/. Tak lama berselang pada saat saya akan mengakhiri berhubungan mesra dengan si ” ana” , tiba tiba dari meja operator saya mendengar teriakan suara yang cukup keras : Bisa Mbak Bisa !!!!. Oh ternyata teriakan itu berasal seorang Ibu berkaos merah agak tambun kegirangan ketika operator warnet berhasil memasukkan data pendaftaran putrinya. Ibu Triningsih demikian nama ibu ini, sejak pagi telah bolak balik ke warnet, tadi bersama anaknya, sekarang anaknya pergi kesekolah atau tempat lain mencari warnet agar bisa segera terdaftar.
Peran warnet sangat membantu Ibu Ibu rumah tangga dalam meng aakses website guna pendaftaran sistem online ini. Bisa jadi di rumah mereka belum tersedia fasilitas internet, namun semangat anak lulusan SD yang rata rata telah familiar dengan Internet cukup menggembirakan kita semua. Saya terharu ketika melihat operator warnet dengan sabar dan ramah melayani Ibu Ibu tersebut, diantara harapan, kecemasan dan ketidak berdayaan. Berburu sekolah tidak lagi harus datang kesekolah bersangkutan, cukup ke warnet dan nanti kepastian diterima atau tidak di SMP bisa juga di akses di warnet. Hidup Warnet Indonesia.
Pendaftaran masuk sekolah via internet sangat menyngtungakn bagi orang tua. Pertama sistem ini akan menghilangkan peluang KKN antara Guru dan Orang Tua, kedua menghindari warga yang pingsan ketika harus berjubel antri mendaftarkan anaknya di satu sekolah. Disamping itu IBu ibu rmah tangga dengan santai sambil belanja, mengendong anak bisa mampir sebentar ke warnet. Kalaupun ibu ibu gaptek, ajak anaknya, pastilah mereka mampu mengaplikasikan internet , dan sebagai cadangan oprator warnet pasti bersenang hati membantu ibu ibu. Ibu ibu dengan statuswanita karier bisa mendaftarkan anaknya melalui jaringan internet di kantor.
Ya saudara saudaraku , hari hari ini Ibu Ibu yang telah lepas stress menunggu kelulusan putra putrinya dari hasil ujian SD kita stressnya bertambah lagi. Stress karena takut anaknya tidak mendapat bangku sekolah SMP. Sistem pendaftaran online dan juga merupakan sekaligus sebagai seleksi penerimaan siswa SMP di daerah DKI sudah berjalan beberapa tahun terakhir ini. Kekuatan server web Diknas DKI dipertaruhkan dalam menghadapi derasnya jumlah permintaan pendaftaran masuk dalam jelang waktu yang sangat singkat.
Ibu Triningsih ketika saya tanya :
” anaknya akan didaftar ke SMP mana”
” anak saya akan di daftarkan ke SMP 20 Bulak Rantai Jakarta Timur”
NiIai Ujian Nasional Reggyta : 25,65
Ketika saya tanyakan kenapa tidak mendaftar di SMP 49, SMP Favourite di kawasan Jakarta Timur, Ibu Tri memberikan beberapa alasan :
- Dekat dengan rumah nya di Kramat jati
- SMP 20 lumayan bagus untuk Jakarta Timur
- SMP 20 belum mengikuti Program BI (bertaraf internasional)
- Tidak ada tambahan biaya sekolah alias gratis (wajib belajar 9 tahun)
- Nilai ujian nasional Reggyta Dwi Kinanty 25, 65 atau rata rata 8,55
Previous Article

Responses
0 Respones to "Berburu Sekolah di Warnet"
Posting Komentar