UN : Menjamurnya Tempat Kursus




Ujian Nasional memacu anak anak didik untuk belajar lebih keras.  Itupun bagi yang mau belajar dan orang tuanya mampu.  Bagi anak didik yang orang tuanya tidak punya uang cukup,  terpaksa anaknya belajar sendiri di rumah, sedangkan anak anak yang orang tuanya mampu, anaknya di kursuskan  diluar sekolah dengan biaya yang tidak sedikit.
Bagaimana  dengan anak anak yang tidak mau belajar dan orang tuanya kurang mampu, maka dengan terpaksa mereka hanya mengandalkan ilmu yang diperolehnya dari guru di sekolah dalam menghadapi Ujian nasional. Inilah anak didik yang siap-siap menjadi pecundang dalam momok sistem yang dinamakan oleh Kementerian Pendidikan Republik Indonesia sebagai Ujian Nasional.
Dulu hanya ada kursus bahasa Ingris dan mengetik.
Zaman telah berubah, di waktu era 60, 70, dan 80 an tempat kursus yang terkenal hanya mengajarkan bahasa inggris, kursus mengetik, menjahit atau kursus montir. Di era 90 an sudah mulai ada kursus komputer. Anak didik mengikuti kursus ketika itu dengan maksud hanya untuk mendapatkan tambahan ketrampilan saja dalam berbahasa atau dalam ketrampilan lainnya. Mengikuti Kursus disaat itu bukan untuk menghadapi Ujian Nasional.
Saya hanya mengamati mengapa akhir akhir ini semakin menjamurnya tempat tempat kursus di negeri ini untuk anak sekolahan mulai dari SD sampai SMA.  Tempat tempat  kursus saling bersaing dengan janji janji :  kepada pesertanya bahwa mereka 100 %  akan berhasil menghadapi ujian nasional. Pokok bahasan kursus  terfokus kepada bagaimana kiat menjawab soal soal IPA, IPS, Matematika Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, itu saja berhari hari di test
3 pertanyaan
Kenapa anak anak harus mengikuti kursus lagi diluar jam sekolah ?
Apakah di sekolah mereka merasa belum cukup mendapatkan pengajaran dari guru gurunya ?
Apakah keberadaan tempat kursus itu mengammbarkan bahwa kualitas pendidikan di sekolah semakin menurun, sehingga anak anak harus menambah lagi jam pelajaranya di luar sekolah ?
Omjay dan Pak Johan Wahyudi kompasianer kita yang konsisten di bidang pendidikan  mungkin bisa menjawab pertanyaan pertanyaan diatas secara lebih lengkap.
Waktu remaja tersita
Akibatnya adalah, anak anak semakin berkurang waktunya untuk bermain sebagai hak mereka di masa remaja. Semua waktu terbuang untuk belajar. Belajar bukan untuk menambah ilmu pengetahuan tetapi untuk menghadapi ujian. Di tempat kursus mereka dilatih menghadapi soal-soal ujian bukan substansi mempelajari ilmu.
Pulang dari sekolah, mereka terus ke tempat kursus, ada yang suka ada juga yang tidak suka karena dipaksa orang tua. Bisa dipastikan anak anak ini  letih pikiran dan phisik, yang bermuara kepada menurunnya tingkat kesehatan anak dan akhirnya jatuh sakit.
Ujian Nasional telah merubah sistem pengajaran di negeri ini, bolehlah dikatakan sebagai momok bagi anak anak dan pasti juga orang tua.  Kenapa sekolah yang lebih mengetahui kualitas anak didiknya tidak diberikan otoritas untuk menentukan sendiri nilai anak anak didik mereka…..
Ujian Nasional adalah Stress Nasional,  Bapak Menteri,….(kami)

………………..jangan sampai ada UN di perguruan tinggi


Responses

0 Respones to "UN : Menjamurnya Tempat Kursus"

Posting Komentar

 

Recent Comments

Popular Posts

Return to top of page Copyright © 2010 | Platinum Theme Converted into Blogger Template by HackTutors