Masalah masalah aktual yang terjadi di negeri ini banyak mendapat tanggapan dari masyarakat, baik berbentuk cilotehan, uneq unek, sumpah serapah, terkadang pujian yang disampaikan melalui media cetak, dan media elektronik. Media elektronik ribut melalui radio fm/am dan televisi yang berebutan memberitakan berita aktual tersebut, seperti berita Gayus, PSSi dan terakhir Melida Dee, sampai kepada berita gembira ria Briptu Polri Norman Kamaru.
Kompasianer tidak terlepas dari masalah berita teraktual ini. Sesuai dengan kompetensinya masing masing, kompasianers mengupas masalah teraktual tersebut dari sisi sisi keahliannya, tentunya dengan maksud menyampaikan opini positif bagi , bukan sekedar Numbek, atau numpang beken.
Lihatlah ketika Gayus, kita semua menulis gayus, diikuti melinda dan terakhir Briptu Norman. Tidak ada yang salah dengan tulisan itu, karena sesungguhnya tulisan kita itu adalah bentuk kepedulian sosial dalam memberikan sesuatu opini dalam upaya pencerdasan kehidupan anak bangsa.
Saya terhenyak ketika mem posting puisi tentang Kartini, Kompasianer Mbak Tyas memberi tanggapan : solusinya…? Saya tergagap, terpaksalah saya jelaskan panjang lebar (kalau dikalikan jadi luas) tentang makna puisi itu. Dengan sedikit diplomatis saya jelaskan bahwa solusi itu tersirat dalam puisi, tidak tersurat, jadi baca lagi, hehehehehehe
Nah itulah para kompasianer sejawat, jadi didalam menulis tentang berita aktual, alangkah baiknya apabila kita memberikan sumbangan pemikiran berupa solusi terhadap permasalahan yang kita ikutan bahas tersebut. Artinya dengan kompetensi yang dimiliki, kiranya bisa menambah wawasan kepada sidang pembaca terhormat dari sudut pandang berbeza.
Berdasarkan pengamatan saya, keikutsertaan kompasianer nimbrung posting permasalah nasional telah terbukti bisa naik panggung menjadi Head Lines, dibaca banyak orang apalagi setelah di share di facebook, twitter dan media lainnya. Paling tidak tulisan sejawat terpampang di highlight dan yang sudah pasti mendapat acungan jempol dari kompasianer setia berupa penghargaan yang ter…dokumentasi.
Berangkat dari pengalaman itu saya lebih banyak men posting REPORTASE ketimbang memberikan opini. Konsekkuensinya kemana mana membawa kamera, sebagi ALIBI bahwa reportase itu benar adanya, bukan copy paste. REPORTASE terbebas dari sangkaan atau istilah ahli hukum ” patut di duga” dari pengkhianatan kode etik jurnalis atau bisa disebut sebagai plagiat.
Sejatinya NET CITIZEN adalah bagian terpenting dari visi dan misi kompasiana.com Jadi bukan sekedar Numbek atau numpang beken.
Previous Article

Responses
0 Respones to "NUmBEK vs aktual"
Posting Komentar