OPINI | 06 June 2011 | 08:24
132
53
1 dari 3 Kompasianer menilai menarik
verifikasi
Dalam peristiwa ini, kita jadi ingat akan pentingya VERFIKASI. Admin kompasiana beberapa bulan yang lalu menggagas ide verifikasi. Kompasianer diminta mengirimkan email copy bukti identitas dirinya berupa Kartu Tanda Pengenal Penduduk baik KTP, SIM atau pasport. Tujuan verifikasi kompasianer ini adalah sebagai bentuk komitment dan tanggung jawab atas segala tulisan yang dikirim termasuk ketika memberi tanggapan terhadap posting kompasianer lainnya. Sebagai bukti hasil verifikasi yang dilaksanakan oleh Admin kompasiana, maka di profil kompasianer diberikan cap : TERVERIFIKASI, sedangkan kompasianer yang tidak mengirim bukti diri tidak mendapat pengakuan tersebut.
Proses registrasi di kompasiana sangat mudah, kirim saja email pribadi kalau mau boleh juga foto diri serta mengisi keterangan lainnya yang diperlukan. Setelah registrasi, otomatis mesin elektronik kompasiana.com akan menerima registrasi tersebut dan terdaftarlah sebagai kompasianer baru. Hanya saja dalam proses prosedur registrasi ini Admin kompasiana tidak mencantumkan keharusan pendaftar menyertai bukti diri seperti KTP. Verifikasi baru dilaksanakan setelah kompasianer terregistrasi, dan nampaknya bukan suatu kewajiban yang harus dipenuhi.
Ada beberapa kemungkinan bisa terjadi dalam proses register itu, mengapa seseorang tidak memberikan identitas lengkap yang asli, antara lain :
- tidak berkenan identitas asli di tunjukkan, karena ingin enjoy
- patut diduga ada beberapa orang yang memberikan hanya sebagian kecil identitas diri yang sebenarnya
- bisa jadi memalsukan identitas orang lain.
- dan lain lain
Muhammad Nazaruddin
Kompasianer sejak
29 May 2011
Muhammad Nazaruddin sudah di pastikan tidak TERVERFIKASI di kompasiana.com. sehingga bagi saya akun itu adalah palsu. Ditambah lagi di profilnya Nazaruddin mengaku sebagai Bendahara Fraksi Demokrat, padahal dia sudah dipecat dari jabatan itu. Nazaruddin dipindahkan ke Komisi VII setelah posisinya di Komisi III digantikan saudaranya M Nasir. Dalam memberi tanggapan di akun Nazaruddin yang palsu itu, saya menanggapi hanya dengan 3 kata : admin kompasiana verifikasi.29 May 2011
Kedepan, sebaiknya Admin kompasiana menggalakkan lagi verifikasi kompasianer, sehubungan sampai saat ini kompasianer baru semakin banyak dan mungkin mereka belum tahu manfaat dan prosedur verifikasi. Rumah sehat kompasiana ini telah bebas dari asap rokok dan dapat semakin kita sehat kan lagi dengan keberadaan penghuni sehat yaitu kompasianer yang bersedia memberikan jati diri sebenarnya sebagai bentuk tanggung jawab jurnalis sejati.
Walaupun saya sangat memuliakan Hak Azazi Manusia, tentang kebebasan seseorang , ada baiknya seandainya kompasianer senior berkenan memberikan identitas pribadi dan foto diri. Saya pribadi akan merasa nyaman menerima tanggapan dari kompasianer ter verifikasi dan dengan senang hati berdiskusi sesuai dengan topik posting dalam koridor sharing n connecting. Demikian pula saya bersemangat memberikan tanggapan kepada komapsianer yang sudah terverifikasi sebagai salah satu tanggung jawab moral memberikan apresiasi terhadap opini, fiksi dan reportase kompasianer.
Salam Ter Verifikasi.
Previous Article

Responses
0 Respones to "Apa Kabar Verifikasi Kompasiana."
Posting Komentar